Poin-poin penting
- Kotoran telinga bertugas melindungi saluran telinga, tetapi bisa berbahaya jika terlalu banyak, menumpuk, bahkan sampai mengeras.
- Penumpukan serumen dapat menyebabkan gangguan pendengaran, pusing, gangguan keseimbangan, iritasi, hingga infeksi telinga.
- Membersihkan telinga harus dilakukan dengan tepat dan aman, bukan menggunakan cotton bud atau benda tajam.
Bahaya kotoran telinga– Bagi sebagian orang, telinga gatal dan kotor membuat rasa tidak nyaman. Alhasil, banyak yang langsung membersihkannya dengan cotton bud dan alat lainnya. Namun, ketika serumen menumpuk dan mengeras, berbagai masalah telinga, termasuk gangguan pendengaran, bisa muncul.
Dalam artikel ini, kita akan mengetahui peran, alasan bisa menumpuk, bahaya kotoran telinga jika tidak dibersihkan, serta cara aman pembersihannya.
Kotoran Telinga: Normal tapi Bisa Berbahaya
Kotoran telinga sering disebut juga dengan earwax atau serumen. Serumen sebenarnya bukan benar-benar kotoran. Namun, zat ini diproduksi tubuh secara alami untuk melindungi saluran telinga dari benda asing, debu, termasuk bakteri. Tak hanya itu, kotoran telinga juga membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegahnya kering dan iritasi.
Dalam jumlah normal, serumen sangat bermanfaat. Terlebih lagi, kotoran telinga bisa keluar sendiri seiring dengan pergerakan rahang. Namun, ketika produksi serumen berlebihan, menumpuk, dan mengeras, biasanya akan muncul masalah pendengaran. Inilah bahaya kotoran telinga yang harus Anda hindari.
Kenapa Kotoran Telinga Bisa Menumpuk?
Penumpukan kotoran telinga tidak terjadi tanpa sebab. Beberapa pemicunya bisa berasal dari faktor internal maupun eksternal, di antaranya:
- Penggunaan earphone atau headphone yang terlalu lama. Kebiasaan ini bisa membuat telinga memproduksi serumen berlebih karena selalu tertutup dan berisiko menimbulkan iritasi. Belum lagi, kotoran akan sulit keluar secara alami.
- Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud, jepit rambut, kunci, atau benda kecil lain. Kebiasaan tersebut malah akan membuat kotoran makin masuk ke dalam. Akibatnya, muncul sumbatan, iritasi, bahkan cedera dalam telinga.
- Produksi serumen berlebih secara alami. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, seperti faktor genetik, respons perlindungan tubuh terhadap benda asing atau iritasi, serta perubahan usia. Kelenjar telinga akan lebih aktif dan kotoran sulit keluar sendiri.
- Bentuk saluran telinga yang sempit atau berliku. Hal ini bisa membuat kotoran terselip dan sulit keluar secara alami. Jadi, kotoran ini bisa menumpuk lalu mengeras.
- Banyak rambut di saluran telinga. Rambut halus ini berfungsi alami untuk menyaring kotoran dan debu yang masuk ke telinga. Namun, jika terlalu banyak, maka serumen akan menumpuk di sana.
- Faktor usia. Dalam kasus ini, seiring bertambahnya usia, kotoran telinga akan cenderung lebih kering dan keras.
5 Bahaya Kotoran Telinga bagi Kesehatan
Beberapa bahaya kotoran telinga yang menumpuk dan tidak ditangani dengan benar antara lain:
1. Mengganggu Pendengaran
Kotoran telinga yang menumpuk dan mengeras dapat menimbulkan sumbatan yang menghalangi gelombang suara masuk ke gendang telinga. Jika ini terjadi, maka pendengaran Anda akan terasa berkurang. Ada sensasi seolah suara teredam atau bahkan tertutup.
Jadi, ketika ini terjadi, jangan panik. Bukan berarti telinga Anda mengalami gangguan permanen. Bisa jadi, itu disebabkan karena tumpukan serumen.
2. Memicu Infeksi Telinga
Ketika serumen menumpuk, maka saluran telinga akan makin lembap dan menjadi sarang bakteri dan jamur. Lalu muncullah iritasi yang bisa menyebabkan infeksi telinga.
Salah satunya infeksi telinga adalah otitis eksterna (peradangan yang terjadi pada saluran telinga luar). Infeksi ini membuat telinga seseorang nyeri, kemerahan dan bengkak, gatal, bahkan keluar cairan.
3. Menyebabkan Telinga Berdenging
Bahaya kotoran telinga yang menumpuk adalah munculnya sumbatan yang menyebabkan tekanan di saluran telinga. Akibatnya, gelombang suara yang dihantarkan jadi terhambat. Saraf pendengaran pun terganggu dan muncul suara berdengung, gemuruh, dan siulan tanpa sumber yang jelas.
4. Menyebabkan Pusing dan Gangguan Keseimbangan
Di dalam telinga, terdapat sistem vestibular. Tugas sistem ini adalah menjaga keseimbangan tubuh dengan cara mengirimkan sinyal posisi tubuh ke otak. Namun, ketika sistem ini terganggu karena serumen menumpuk, maka Anda bisa saja mengalami pusing, sensasi melayang, dan kehilangan keseimbangan. Ini akan makin terasa ketika Anda mengubah posisi tubuh atau berdiri.
5. Memicu Iritasi dan Nyeri Telinga
Berbeda dengan infeksi, serumen yang menumpuk dan mengeras akan menyebabkan nyeri dan iritasi. Pasalnya, ada tekanan langsung pada dinding saluran telinga. Akibatnya, Anda akan merasa tidak nyaman dan sensitif terhadap suara keras. Telinga pun terasa penuh, meski tanpa tanda-tanda infeksi.
Cara Aman Membersihkan Telinga
Jangan sembarangan ketika Anda membersihkan telinga. Hindari penggunaan cotton bud dan alat-alat lainnya yang berisiko mendorong kotoran telinga makin ke dalam. Beberapa cara aman yang bisa Anda lakukan di antaranya:
- Biarkan kotoran telinga keluar secara alami.
- Gunakan handuk lembap untuk membersihkan bagian luar telinga.
- Teteskan obat telinga khusus yang bisa melunakkan serumen.
- Lakukan irigasi telinga di dokter THT.
Kotoran telinga mungkin terlihat sepele, tetapi Anda tidak boleh mengabaikannya. Pasalnya, jika dibiarkan begitu saja, bahaya kotoran telinga bisa menimbulkan gangguan pendengaran, mulai dari pusing, iritasi, sampai infeksi.
Telinga yang sehat berperan besar dalam kualitas hidup sehari-hari. Jadi, jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai peduli. Bersihkan telinga dengan cara yang aman dan perhatikan tanda-tanda gangguan sejak awal.
Simak berbagai tips dan informasi kesehatan lainnya di Usada untuk membantu Anda menjaga tubuh tetap optimal.


Leave a Reply