Mengenal Diet Water Fasting: Ini Cara dan Manfaatnya

·

·

Poin-poin penting

  • Water fasting adalah metode puasa dengan cara tidak mengonsumsi apa pun selain air putih selama periode tertentu (umumnya, dalam kurun waktu 24–72 jam).
  • Diet water fasting meliputi tiga tahapan penting: pra-puasa (persiapan), selama puasa (hidrasi), dan pasca-puasa (pemulihan makan) untuk menghindari syok pada tubuh.
  • Metode diet water fasting dipercaya dapat memicu autophagy (daur ulang sel), menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Diet air putih tidak disarankan bagi ibu hamil, penderita diabetes tipe 1, penderita gangguan makan, dan lansia (tanpa pengawasan medis).

Water fasting (diet air putih) adalah salah satu tren diet yang populer. Metode ini diklaim ampuh menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, water fasting bukanlah metode yang bisa Anda lakukan secara sembarangan. 

Jika Anda melakukannya tanpa persiapan yang matang, tubuh justru bisa mengalami syok atau kekurangan nutrisi vital. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami caranya terlebih dulu sebelum benar-benar menjalankannya.

Nah, berikut adalah panduan mengenal diet water fasting lebih dekat: bagaimana cara melakukannya dengan aman dan apa saja manfaatnya bagi tubuh.

Apa Itu Water Fasting?

Pada dasarnya, water fasting adalah metode berpuasa yang tidak memperbolehkan Anda untuk mengonsumsi makanan atau minuman apa pun yang mengandung kalori. Jadi, selama periode puasa ini, satu-satunya yang boleh masuk ke dalam tubuh hanyalah air putih.

Durasi diet water fasting biasanya berlangsung antara 24-72 jam. Sangat tidak disarankan untuk melakukan metode puasa ini lebih dari 72 jam tanpa pengawasan medis yang ketat. Pasalnya, diet ini berisiko membuat Anda mengalami dehidrasi ekstrem dan kehilangan elektrolit yang bisa membahayakan tubuh.

Cara Melakukan Water Fasting dengan Aman

Lalu, bagaimana cara melakukan puasa air putih yang aman? Agar tubuh tidak kaget dengan perubahan drastis akibat water fasting, ada tiga fase penting yang harus Anda lalui. 

Fase Pra-Puasa

Pertama, kurangi porsi makan Anda secara bertahap selama sekitar 3-4 hari sebelum mulai water fasting. Kurangi asupan karbohidrat olahan, gula, dan makanan berlemak tinggi. 

Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan protein yang mudah dicerna tubuh. Cara ini akan membantu tubuh Anda untuk beradaptasi dengan sinyal lapar, sehingga transisi menuju puasa total pun akan terasa lebih mulus.

Fase Selama Puasa

Saat periode water fasting dimulai, asupan air menjadi kunci utamanya. Minumlah air putih sebanyak 2-3 liter per harinya. Namun, jangan langsung diteguk sekaligus dalam satu waktu, tetapi minumlah secara bertahap sepanjang hari.

Selama fase ini, hindari pula aktivitas fisik yang berat seperti olahraga intensitas tinggi (HIIT) atau latihan angkat beban. Hal ini karena tubuh Anda sedang tidak punya asupan energi dari luar. Kalau tetap memaksakan diri untuk berolahraga berat, itu bisa memicu efek seperti pingsan atau hipoglikemia. 

Fase Pasca-Puasa

Setelah berpuasa selama 24-72 jam, sistem pencernaan Anda akan memasuki kondisi “tidur”. Maka, bila Anda langsung menyantap nasi padang atau makanan berat lainnya, risiko refeeding syndrome bisa terjadi. Itu adalah kondisi fatal yang terjadi akibat perubahan cairan dan elektrolit yang terlalu cepat di tubuh.

Cara membatalkan puasa air putih yang benar adalah dengan makan perlahan. Mulailah dengan minum jus buah, smoothie, atau sup kaldu misalnya. Makanan bertekstur cair dan lembut lebih mudah diterima oleh lambung. 

Setelah beberapa jam, Anda bisa mulai menyantap makanan padat seperti sayuran kukus atau buah potong. Lakukan ini setidaknya selama satu hari setelah puasa berakhir (sebelum Anda kembali ke pola makan normal).

Manfaat Water Fasting Bagi Kesehatan

Meski terdengar berat, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa water fasting bisa membawa dampak positif bila dijalankan dengan benar. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari diet air putih. 

  1. Memicu Autophagy 

Ini adalah proses saat tubuh membersihkan sel-selnya yang rusak dan kemudian mendaur-ulangnya jadi sel-sel baru yang lebih sehat.  

  1. Menurunkan Tekanan Darah 

Penelitian menunjukkan bahwa diet air putih yang diawasi secara medis dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. 

  1. Meningkatkan Sensitivitas Insulin 

Diet water fasting membantu tubuh untuk menjadi lebih sensitif terhadap insulin (hormon yang mengatur gula darah). Sensitivitas insulin penting untuk mencegah risiko diabetes tipe 2 dan menjaga metabolisme tubuh tetap efisien.

  1. Menurunkan Berat Badan 

Karena tidak ada kalori yang masuk, tubuh akan membakar cadangan lemak sebagai sumber energinya. Namun, perlu dicatat bahwa penurunan berat badan karena diet ini bisa kembali dengan cepat, terutama jika Anda tidak menjaga pola makan setelah periode puasa selesai.

Water fasting memang menawarkan beragam manfaat kesehatan, mulai dari penurunan berat badan hingga perbaikan sel tubuh. Akan tetapi, metode ini bukanlah jalan pintas yang bebas risiko. Jadi, sangat dianjurkan untuk meminta saran medis dari ahli sebelum Anda menjalaninya. 

Bagi Anda yang ingin terus update informasi seputar kesehatan tubuh, kunjungi laman Usada secara berkala untuk memperoleh wawasan terbaru ya.


Referensi

  1. Metode Diet Water Fasting: Manfaat dan Bahayanya. Alodokter. Diakses dari https://www.alodokter.com/metode-diet-water-fasting-manfaat-dan-bahayanya
  2. Cara Diet Air Putih Aman. Hello Sehat. Diakses darihttps://hellosehat.com/nutrisi/diet/cara-diet-air-putih-aman/


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *