Penderita Penyakit Jantung Juga Bisa Berolahraga! Apa Syaratnya?

by | Jun 3, 2021 | Artikel, Proflavanol C | 0 comments

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh sehingga perlu senantiasa dijaga kondisinya dengan olahraga. Meski demikian orang-orang dengan penyakit jantung umumnya khawatir kegiatan fisik tersebut akan memperparah kondisi mereka. Padahal sebaliknya, olahraga untuk penyakit jantung yang baik dan terkendali akan menjaga kesehatan jantung.
Pada kebanyakan kasus, olahraga ringan hingga sedang tidak akan membuat kondisi penyakit jantung memburuk. Sebaliknya, olahraga rutin yang terkendali akan membantu menurunkan detak jantung, membuka arteri, dan meningkatkan kinerja jantung. Meski demikian, lakukan dengan hati-hati untuk mendapatkan manfaat dari olahraga tersebut.

Olahraga untuk Penyakit Jantung

Ada beberapa olahraga yang cukup aman dilakukan bagi penderita sakit jantung. Meski demikian, Anda tetap harus meminta rekomendasi dokter terlebih dahulu. Jika dokter mengizinkan, biasanya beberapa olahraga ini bisa dilakukan:
• Jalan kaki
• Jogging
• Lompat tali
• Bersepeda
• Ski
• Skate
• Mendayung
• Menari
• Latihan angkat beban
Cara terbaik untuk melakukan kegiatan ini adalah dengan melakukan beberapa set latihan setiap kali berolahraga, kemudian biarkan otot beristirahat satu atau dua hari di antara dua sesi.

Cara Berolahraga untuk Penderita Sakit Jantung

Aktifitas fisik seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan meski terlihat sederhana. Ada beberapa peraturan sederhana yang harus diikuti ketika akan mulai berolahraga seperti berikut ini:

1. Mulai dengan perlahan

Jangan langsung melakukan olahraga berat secara tiba-tiba. Meski demikian Asosiasi Jantung Amerika menganjurkan agar olahraga secara perlahan sampai mampu melakukan aktifitas tersebut pada sebanyak mungkin hari dalam satu minggu.
Semakin banyak olahraga yang dilakukan, maka semakin jantung dan tubuh Anda juga akan semakin sehat. Lakukan sedikit demi sedikit, bisa dengan perlahan meningkatkan durasi, atau secara perlahan menambah tingkatan olahraga Anda. Pastikan Anda masih bisa berbicara saat olahraga, karena jika tidak, artinya olahraga tersebut terlalu berat.

2. Konsisten

Kebiasaan tidak akan terbentuk hanya dalam satu hari. Olahraga juga demikian, Anda harus rutin melakukannya agar terbentuk kebiasaan rajin berolahraga. Agar tetap konsisten, buatlah jadwal olahraga di antara jadwal sibuk Anda. Ada baiknya juga mengajak seorang teman untuk rutin berolahraga agar tidak bosan dan tetap termotivasi. Jika rasa bosan datang, ganti jenis olahraga yang dilakukan.

3. Olahraga dengan benar

Agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan aman, pastikan Anda menunggu setidaknya satu jam sesudah makan sebelum berlatih. Jangan lupa melakukan pemanasan lebih dahulu dengan kegiatan yang lebih lambat agar jantung dapat beradaptasi secara perlahan dari kondisi istirahat ke bekerja lebih keras.
Setelah selesai, lakukan pendinginan dengan perlahan mengurangi intensitas olahraga. Jangan berhenti dengan tiba-tiba. Beristirahatlah sejenak dengan duduk, berdiri diam, atau berbaring jika kepala terasa berkunang-kunang atau jantung berdebar-debar.
Jangan lupa juga untuk selalu minum air sebelum, selama dan setelah berolahraga.

4. Olahraga di cuaca tertentu

Ketika cuaca panas, lakukan olahraga di pagi atau sore hari. Jangan menggunakan terlalu banyak lapis pakaian agar tidak kepanasan dan cepat lelah. Sebaliknya, pastikan untuk mengenakan penutup hidung dan mulut jika berolahraga di cuaca dingin. Tanyakan juga pada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk olahraga di luar saat cuaca dingin.

5. Minta bantuan dan pengawasan ahli

Terakhir dan tidak kalah penting adalah meminta bantuan dan pengawasan ahli di bidang kesehatan. Seorang terapis fisik atau pelatih akan membantu Anda menemukan aktifitas yang paling sesuai.
Pastikan Anda bernapas dengan tenang dan teratur. Jangan lupa pula untuk bergantian melatih tubuh bagian atas dan bawah serta sisakan banyak waktu untuk beristirahat di setiap sesi.
Waspada dengan Gejala yang Dirasakan
Setelah beraktifitas fisik, tubuh dan otot akan terasa pegal, namun akan hilang dengan sendirinya ketika Anda sudah terbiasa. Hal ini merupakan tanda normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, waspadalah rasa nyeri atau sakit yang sangat dan tiba-tiba.
Jika beberapa gejala seperti di bawah ini terjadi, hentikan aktifitas fisik Anda dan segeralah hubungi dokter atau unit gawat darurat:
• Nyeri pada dada
• Terasa lemas
• Kepala berkunang-kunang
• Detak jantung dan denyut nadi tidak beraturan
• Napas pendek-pendek dan sesak
• Mual
• Terasa nyeri seperti ditekan pada daerah dada, leher, lengan, rahang, atau bahu.

Berkonsultasi dengan Dokter

Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu. Pastikan kegiatan yang dipilih aman bagi kondisi Anda terutama jika pernah mengalami beberapa hal berikut ini:
• Baru mengalami serangan jantung
• Memiliki riwayat nyeri atau sensasi seperti ditekan pada dada, atau napas pendek dan tersengal-sengal
• Menderita diabetes
• Baru menjalani prosedur yang melibatkan operasi jantung
Meski penderita sakit jantung tetap harus berhati-hati, namun bukan berarti mereka harus menghentikan aktifitas fisik sama sekali. Olahraga untuk penyakit jantung yang tepat dan aman juga akan memberikan banyak manfaat bagi kondisi jantung mereka.

Suplemen kesehatan dari USANA yaitu Proflavanol C memiliki kandungan ekstrak biji anggur dan vitamin C yang dibutuhkan tubuh Anda. Kombinasi ini dirancang untuk membantu memelihara kesehatan
Anda.

Untuk pemesanan dapat melaui email [email protected]

proflavanol C usana indonesia

Sumber referensi artikel:

https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000094.htm

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Tidak perlu selalu berkaca pada Amerika Serikat untuk mewaspadai bahaya obesitas. Bahkan, di Indonesia pun, kasus kelebihan berat badan sehingga tidak sehat ini sudah lazim ditemukan. Sekilas Tentang Obesitas Obesitas adalah kondisi fisik berupa berlebihnya berat...

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Pada Desember 2020 lalu, aktor Hollywood George Clooney dikabarkan sempat masuk rumah sakit. Penyakit yang dideritanya ternyata berupa radang pankreas. Se-berbahaya apakah penyakit ini? Bagaimana cara merawat radang pankreas? Tentang Radang Pankreas atau Pankreatitis...

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah garam penyebab darah tinggi? Bila konsumsi gula berlebih penyebab diabetes, maka garam dituding sebagai penyebab hipertensi. Apalagi, sekitar 95 persen populasi manusia di era modern ini didiagnosis menderita darah tinggi primer. Penyebab hipertensi primer...

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Kami akan kirimkan artikel kesehatan terbaru ke email Anda. Daftarkan email Anda sekarang juga

Email Anda Sudah Berhasil Didaftarkan!

WhatsApp WA Chat