5 Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial

by | Jun 28, 2022 | Gaya Hidup | 0 comments

Kecanduan tak melulu berkaitan dengan rokok, obat-obatan, makanan atau minuman dengan rasa manis, seks, atau permainan gawai. Ada juga bentuk kecanduan terhadap media sosial yang perlu Anda waspadai. Bukan tanpa alasan, efek yang ditimbulkan dari kecanduan sosial media tidak boleh disepelekan.

Nyatanya, hal tersebut bisa menimbulkan banyak masalah, terlebih dari sisi kesehatan mental. Beberapa di antaranya seperti menjadi minder dan tidak percaya dengan diri sendiri, selalu membandingkan kondisi diri sendiri dengan orang lain, stres, sampai depresi.

Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Meski terlihat sulit, bukan berarti kecanduan terhadap media sosial tidak bisa ditangani. Berikut cara mengatasi kecanduan media sosial yang bisa Anda coba lakukan:

1. Alihkan Fokus pada Orang-Orang di Dekat Anda

Cara pertama yang cukup efektif untuk mengatasi kecanduan pada media sosial adalah mengalihkan fokus pada orang-orang di dekat Anda. Contohnya, Anda bisa lebih fokus pada keluarga, kerabat, atau teman ketika sedang berkumpul bersama.

Letakkan ponsel Anda di dalam tas, saku celana, saku jaket, atau tempat yang tidak bisa Anda lihat terus-menerus. Selalu ingat bahwa orang-orang terdekat tidak hanya membutuhkan Anda untuk ada di sana, tetapi juga menginginkan energi yang positif dari diri Anda.

2. Tidak Menyalakan Notifikasi

Cara mengatasi kecanduan media sosial berikutnya adalah tidak menyalakan notifikasi untuk platform media sosial apapun yang Anda miliki. Dengan begitu, Anda bisa lebih terfokus pada pekerjaan dan tugas lainnya dan tidak mudah terdistraksi setiap ada notifikasi di ponsel.

3. Menghapus Akun yang Tidak Lagi Aktif Dipakai

Selain mematikan pemberitahuan di ponsel, Anda juga bisa menghapus akun yang tidak lagi aktif dipakai sebagai cara mengatasi kecanduan media sosial berikutnya. Tak hanya itu, langkah ini juga tentu bisa menghemat kapasitas penyimpanan di ponsel Anda. Jadi, Anda bisa menggunakannya untuk menyimpan data yang lebih penting atau mengunduh aplikasi pendukung lainnya.

4. Manfaatkan Waktu untuk Bersosialisasi

Terkadang, tidak masalah jika Anda melakukan komunikasi atau panggilan video dengan memanfaatkan media sosial. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak terlalu sering melakukannya. Pasalnya, ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan berkomunikasi langsung alias bersosialisasi.

Manfaat paling pertama adalah tidak ada penghalang antara Anda dan lawan bicara. Selanjutnya, terjadinya miskomunikasi bisa dikurangi dengan berbicara langsung secara berhadapan. Jadi, Anda bisa menyampaikan maksud obrolan. Tentunya, bersosialisasi secara langsung juga lebih menyenangkan dan membantu mengurangi stres, lho!

5. Alihkan dengan Mencari Aktivitas Lain

Apabila Anda sudah merasakan gejala kecanduan media sosial, segera alihkan dengan mencari aktivitas lainnya. Cara mengatasi kecanduan media sosial ini bertujuan untuk mengurangi tingginya intensitas Anda saat mengakses dunia maya. Semakin Anda menyibukkan diri dengan aktivitas lainnya, semakin berkurang pula waktu Anda untuk bermain media sosial.

Lantas, aktivitas yang bagaimana yang dapat dilakukan? Tentunya banyak sekali, ya. Misalnya, Anda meluangkan lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau kerabat. Bisa juga dengan berolahraga, membaca buku, atau melakukan hobi lain yang tidak ada hubungannya dengan media sosial.

Kecanduan gawai dapat memicu terjadinya sifat antisosial dan berkurangnya kepekaan terhadap diri Anda. Jadi, tidak ada salahnya Anda membatasi penggunaannya atau menggunakan media sosial dengan lebih bijak. Atur waktu maksimal Anda bisa mengakses dunia maya dan konsisten untuk selalu mematuhi aturan tersebut. Alhasil, Anda pun bisa lebih produktif dan tidak selalu terpaku pada ponsel.

coquinone 30 usana indonesia
Sumber referensi artikel:
Addiction Center. Diakses pada 2022. Social Media Addiction.
Psychology Today. Diakses pada 2022. The Healthy Use of Social Media.
Web MD. Diakses pada 2022. Stop Hiding Behind Social Media.
 

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

WhatsApp WA Chat