Faktor Penyebab Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui

by | Jun 8, 2021 | Artikel, Coquinone 30 | 0 comments

Merasakan nyeri pada bagian dada? Waspada terhadap adanya indikasi penyakit jantung! Gejala penyakit jantung dapat bervariasi baik pada pria maupun wanita. Pria cenderung mengalami gejala berupa nyeri dada sementara wanita biasanya mengalami rasa ketidaknyamanan pada dada bersamaan dengan mual, sesak napas, serta rasa lelah yang berlebihan. Artikel ini juga akan membahas lebih mendalam tentang faktor-faktor penyebab penyakit jantung.
Sebelumnya, ketahui dulu gejala-gejala penyakit jantung yang meliputi:
• Sesak napas.
• Rasa nyeri, tekanan, dan sesak pada bagian dada serta ketidaknyamanan pada dada (angina).
• Jika terdapat pembuluh darah dalam tubuh yang menyempit, gejala yang timbul adalah lengan atau kaki yang terasa kebas atau mati rasa, rasa sakit, dingin, atau bahkan lemah.
• Rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti rahang, kerongkongan, leher, punggung, serta perut bagian atas.

Penjelasan mengenai Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan suatu kondisi ketika organ jantung mengalami gangguan tertentu. Gangguan pada jantung tersebut dapat berbeda-beda berdasarkan penyebabnya. Berikut ini beberapa jenis penyakit jantung yang perlu diketahui:
• Penyakit arteri atau jantung koroner (penyakit pada pembuluh darah)
• Aritmia atau gangguan pada irama jantung
• Kecacatan pada jantung yang bersifat bawaan (sejak lahir)
• Penyakit pada bagian katup jantung
• Masalah pada otot jantung
• Infeksi atau peradangan pada jantung
Beragam jenis penyakit jantung sejatinya dapat dicegah maupun diatasi dengan cara memilih pola hidup dan makan yang sehat. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang umum terjadi.

Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Jantung

Berdasarkan jenis penyakitnya, faktor-faktor penyebab munculnya gangguan pada organ jantung adalah sebagai berikut:
• Penyakit arteri (jantung) koroner yang disebabkan oleh terjadinya penyempitan pembuluh darah pada jantung. Jenis penyakit jantung ini dapat dipicu oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak serta karbohidrat yang tinggi. Faktor lainnya juga dapat menjadi pemicu gangguan jantung koroner seperti obesitas, merokok, dan malas berolahraga.
• Aritmia atau gangguan pada irama jantung. Penyebab penyakit jantung ini umumnya ialah kelainan sejak lahir, matinya salah satu otot jantung karena menderita penyakit jantung koroner, asupan kafein atau alkohol berlebihan, efek samping dari konsumsi obat tertentu, serta stres.
• Endokarditis atau infeksi pada jantung umumnya ditimbulkan oleh bakteri maupun virus. Peradangan di jantung ini paling sering disebabkan adanya bakteri Streptococcus beta hemolyticus kelompok A.
• Penyakit jantung yang bersifat bawaan (sejak dalam kandungan). Sampai sekarang masih belum diketahui faktor penyebabnya. Namun, terdapat faktor risiko seperti kelainan gen, ibu hamil yang terinfeksi virus rubella, atau efek samping dari obat tertentu terhadap ibu hamil yang mengonsumsinya.
• Gagal jantung. Kondisi ini umumnya dipicu penyakit jantung koroner, peradangan, atau terdapatnya kecacatan pada katup jantung.
Terdapat pula jenis penyakit jantung kardiomiopati yang dapat disebabkan oleh penebalan otot jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung ini tergantung pada jenis-jenisnya:
• Kardiomiopati dilatasi. Kondisi yang memicu pelebaran ventrikel bagian kiri pada jantung ini ternyata belum diketahui penyebab utamanya. Namun, biasanya penyakit jantung iskemik (kurangnya aliran darah menuju jantung karena kerusakan yang diakibatkan serangan jantung), racun, efek samping obat (terutama obat kanker), infeksi, serta faktor genetik bisa menambah risiko munculnya kondisi ini.
• Kardiomiopati hipertrofik. Gangguan jantung ini cenderung disebabkan oleh faktor riwayat keluarga. Penuaan serta tekanan darah tinggi juga bisa jadi pemicu kondisi ini.
• Kardiomiopati restriktif (kakunya otot jantung). Penyebab jenis kondisi kardiomiopati yang terlangka ini memang belum diketahui dengan pasti tetapi terdapat faktor risiko seperti amiloidosis (penumpukan protein secara abnormal) atau masalah pada jaringan ikat.

Penanganan dan Diagnosis Penyakit Jantung

Hal terutama yang perlu dilakukan ketika Anda merasa telah mengalami gejala serangan jantung (nyeri dada, sesak napas, mual, dan hampir pingsan), carilah pertolongan dari anggota keluarga lainnya di rumah atau tetangga terdekat. Jangan lupa untuk selalu menyimpan nomor telepon darurat medis dari pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk berjaga-jaga di saat kondisi genting ini.
Perlu diketahui, jika telah terdeteksi sejak dini, sebenarnya penyakit jantung akan lebih mudah ditangani. Jadi, jangan ragu untuk selalu berkonsultasi pada dokter mengenai segala kekhawatiran akan jantung Anda, terutama jika terdapat faktor riwayat keluarga.
Untuk mendiagnosis penyakit jantung, dokter biasanya akan mewawancarai pasien terkait riwayat medisnya sebelum memulai rangkaian penanganan yang mencakup medical checkup secara menyeluruh. Terdapat pula pemeriksaan lebih lanjut seperti Elektrokardiogram (pemeriksaan irama jantung dan aliran listrik), Ekokardiografi (pemeriksaan pada bagian dalam jantung, serta fungsi katup dan pompa jantung), treadmill test, dan Angiografi.
Demikian artikel yang berfokus pada pembahasan tentang faktor-faktor penyebab penyakit jantung ini. Bagi Anda yang memiliki faktor risiko penyakit mematikan tersebut, segera buatlah janji untuk berkonsultasi pada dokter. Namun, perlu diingat, siapapun dapat berisiko terkena serangan silent killer ini. Jadi, usahakan untuk memperbaiki gaya hidup dan pola makan untuk pencegahan.

CoQuinone 30 dari USANA mengandung koenzim Q10 dan asam alfa lipoat untuk tubuh Anda dan keluarga. Suplemen ini memiliki bahan-bahan yang dapat membantu
memelihara kesehatan Anda. Mengkonsumsi CoQuinone 30 dari USANA dapat membantu memelihara kesehatan Anda dan keluarga*. Untuk pemesanan Coquinone 30 dapat melalui email [email protected]

penyebab penyakit jantung

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Tidak perlu selalu berkaca pada Amerika Serikat untuk mewaspadai bahaya obesitas. Bahkan, di Indonesia pun, kasus kelebihan berat badan sehingga tidak sehat ini sudah lazim ditemukan. Sekilas Tentang Obesitas Obesitas adalah kondisi fisik berupa berlebihnya berat...

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Pada Desember 2020 lalu, aktor Hollywood George Clooney dikabarkan sempat masuk rumah sakit. Penyakit yang dideritanya ternyata berupa radang pankreas. Se-berbahaya apakah penyakit ini? Bagaimana cara merawat radang pankreas? Tentang Radang Pankreas atau Pankreatitis...

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah garam penyebab darah tinggi? Bila konsumsi gula berlebih penyebab diabetes, maka garam dituding sebagai penyebab hipertensi. Apalagi, sekitar 95 persen populasi manusia di era modern ini didiagnosis menderita darah tinggi primer. Penyebab hipertensi primer...

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Kami akan kirimkan artikel kesehatan terbaru ke email Anda. Daftarkan email Anda sekarang juga

Email Anda Sudah Berhasil Didaftarkan!

WhatsApp WA Chat