Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

by | Jun 12, 2021 | Artikel, Proflavanol C | 0 comments

Pada Desember 2020 lalu, aktor Hollywood George Clooney dikabarkan sempat masuk rumah sakit. Penyakit yang dideritanya ternyata berupa radang pankreas. Se-berbahaya apakah penyakit ini? Bagaimana cara merawat radang pankreas?

Tentang Radang Pankreas atau Pankreatitis

Masih soal George Clooney, ternyata pemicu sakitnya adalah usaha ngototnya untuk menurunkan berat badan. Saat itu, Clooney tengah mempersiapkan diri untuk berperan dalam film bertema antariksa, “Midnight Sky”. Sebelum harus masuk rumah sakit, konon Clooney telah berhasil menurunkan bobot tubuh sebanyak 13,6 kilogram dalam waktu singkat.
Pankreas sendiri adalah kelenjar yang terletak di belakang lambung dan pada bagian atas. Fungsinya adalah sebagai pengatur enzim untuk membantu pencernaan serta hormon pengatur glukosa (gula).
Pankreatitis atau radang pankreas terjadi saat enzim pengatur pencernaan hiperaktif saat masih berada di dalam pankreas. Akibatnya, sel-sel pankreas mengalami iritasi. Reaksi berikutnya kadang bisa terlihat berupa pembengkakan pada perut.

2 Macam Radang Pankreas atau Pankreatitis:

Radang pankreas ada dua (2) macam, yaitu:
1. Pankreatitis akut.
Radang pankreas ini terjadi secara tiba-tiba. Untungnya, pankreatitis akut bisa lebih cepat ditangani.
2. Pankreatitis kronis.
Radang pankreas ini terjadi dalam hitungan tahun, sebelum baru terasa sakitnya. Makanya, banyak penderita pankreatitis kronis yang rentan mengalami komplikasi.

Beberapa Kondisi yang Dapat Memicu Pankreatitis:

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan radang pankreas, yaitu:
• Operasi perut.
• Kanker pankreas.
• Terlalu banyak minum alkohol.
• Kegemukan atau obesitas.
• Sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
• Cedera pada perut.
• Kista fibrosis.
• Infeksi karena bakteri, virus, atau parasit.
• Batu empedu.
• Kadar gula yang terlalu tinggi di dalam darah (hipertrigliseridemia).
• Kadar kalsium yang juga terlalu tinggi di dalam darah (hiperkalsemia). Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh terlalu aktifnya kelenjar paratiroid.
• Proses endoskopi untuk mengangkat batu empedu kadang juga bisa mengiritasi pankreas.
Selain beberapa penyebab di atas, ada juga yang penyebabnya tidak diketahui.

Gejala Radang Pankreas atau Pankreatitis:

Berdasarkan hasil riset National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, gejala utama radang pankreas adalah nyeri perut bagian atas. Nyeri ini bisa menjalar hingga ke punggung. Namun, berdasarkan jenisnya, ada beberapa gejala lain yang berbeda:
1. Gejala pankreatitis akut.
Gejala umumnya ditandai dengan nyeri perut bagian atas yang perlahan bisa menyebar sampai ke punggung. Gejalanya bisa ringan hingga berat dan biasanya terasa selama beberapa hari. Beberapa gejala pankreatitis akut lainnya termasuk:
• Demam.
• Pembengkakan perut, disertai permukaan yang lembut.
• Mual serta muntah-muntah.
• Jantung yang berdebar-debar keras dan cepat.

2. Gejala pankreatitis kronis.

Gejala umumnya berupa sakit perut bagian atas juga. Namun, dalam beberapa kasus, ada yang tidak merasa sakit. Gejalanya juga suka muncul dan hilang tak tentu, sehingga lebih banyak diacuhkan. Contoh: baru terasa sakit dan biasanya bertambah parah setiap kali habis makan. Nyeri juga kemudian perlahan menjalar ke punggung.
Beberapa gejala lain radang pankreas kronis termasuk:
• Diare.
• Berat badan yang turun drastis.
• Mual dan muntah-muntah.
• Tinja tampak berminyak dan berbau lebih tajam dari normalnya.
Karena gejalanya tidak selalu langsung terasa, penderita pankreatitis kronis biasanya mengalami komplikasi. Makanya, jangan sepelekan gejala sekecil apa pun. Semakin cepat diperiksa oleh dokter, semakin cepat kamu mendapatkan pengobatan yang tepat.
Sebenarnya, cara merawat radang pankreas tidak sulit bila masih tergolong ringan. Banyak yang bisa sembuh tanpa pengobatan tertentu. Yang berat adalah bila penderita sudah terlanjur mengalami komplikasi. Misalnya: gagal ginjal hingga kanker pankreas yang pastinya mengancam nyawa.

Cara Merawat Radang Pankreas:

Terlanjur menderita pankreatitis? Bila masih tahap akut, kamu bisa mulai merawat dirimu lebih baik dengan cara-cara ini:
• Batasi atau hentikan konsumsi minuman beralkohol.
• Mulailah lebih memilih menu yang kaya akan serat. Misalnya, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.
• Batasi atau hentikan makanan yang banyak mengandung kolesterol. Makanan jenis ini dapat menyebabkan pembentukan batu empedu.
Namun, bagaimana dengan radang pankreas yang kronis? Inilah cara merawat radang pankreas kronis yang harus kamu lakukan:
• Hentikan konsumsi minuman beralkohol sama sekali.
• Hentikan pola makan yang tidak sehat. Ganti menu makananmu dengan yang lebih sehat. Misalnya: menu rendah lemak, lebih kaya akan protein, dan kaya akan vitamin.
Bila khawatir tidak akan tahan dengan “godaan”, kamu bisa berpindah lingkaran pergaulan. Memang, kita tidak bisa menyuruh orang lain untuk menghentikan kebiasaan mereka minum minuman beralkohol atau makan makanan cepat saji. Bukannya bermusuhan, namun kita harus menjaga diri sendiri.
Selain itu, tetaplah rajin berolahraga, banyak minum air putih, dan hindari stres. Tidur teratur dan cukup juga memberi waktu organ-organ tubuh untuk beristirahat serta pemulihan.
Nah, inilah fakta seputar radang pankreas atau pankreatitis. Cara merawat radang pankreas ternyata tidak sulit, selama bukan pankreatitis yang sudah kronis. Namun, yang tetap lebih baik adalah mencegah penyakit daripada mengobati. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat, serta rajin berolahraga.

Suplemen kesehatan dari USANA yaitu Proflavanol C memiliki kandungan ekstrak biji anggur dan vitamin C yang dibutuhkan tubuh Anda. Kombinasi ini dirancang untuk membantu memelihara kesehatan
Anda*.

Untuk pemesanan dapat melaui email [email protected]

proflavanol C usana indonesia

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

8 Cara Alami Mengusir Lalat

8 Cara Alami Mengusir Lalat

Melihat lalat beterbangan di area rumah tentu sangat mengganggu. Pasalnya, selain membuat hunian terkesan kumuh, lalat yang berkeliaran juga bisa jadi sumber penyakit (mulai dari tifus hingga disentri) bagi penghuni rumah saat hinggap di makanan, minuman, atau...

Apakah Perlu Sarapan sebelum Olahraga Pagi?

Apakah Perlu Sarapan sebelum Olahraga Pagi?

Sarapan dan olahraga adalah dua hal baik yang seharusnya dijadikan aktivitas rutin saat pagi hari. Namun, keduanya terkadang membuat banyak orang bingung, mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sarapan atau olahraga? Sebenarnya, pilihan jawaban perlukah sarapan...

penyebab uban tumbuh di usia muda

Mengapa Uban bisa Tumbuh di Usia Muda?

Selain kerutan kulit wajah, uban juga selalu dianggap sebagai tanda-tanda penuaan. Namun, benarkah uban hanya ditemukan pada orang-orang yang memasuki usia lanjut? Ternyata tidak! Ada banyak individu umur 20-an telah mengalami ubanan. Akibatnya, perubahan warna rambut...

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Kami akan kirimkan artikel kesehatan terbaru ke email Anda. Daftarkan email Anda sekarang juga

Email Anda Sudah Berhasil Didaftarkan!

WhatsApp WA Chat