Kenali Gejala COVID-19 Varian Omicron

gejala omicron apa saja

Virus corona varian baru yang dikenal dengan nama Omicron kini telah menyebar ke beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini terbilang begitu pesat, langsung menimbulkan COVID-19 gelombang ketiga di Tanah Air. Negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Inggris pun mengalami hal serupa.

Lalu, gejala Omicron apa saja sih? Ternyata, terkait gejala yang muncul saat varian baru virus corona ini menginfeksi masih menjadi dugaan. Para pakar berspekulasi akan tingginya tingkat penularan COVID-19 varian Omicron. Tentunya, tingginya penularan tersebut turut menentukan seberapa tinggi angka kematian pada semua orang yang terinfeksi.

Gejala Umum Virus Corona Varian Omicron
Hingga saat ini, infeksi virus corona tipe Omicron bisa dibilang menimbulkan gejala yang ringan. Oleh karena dapat bermutasi hingga lebih dari 30 jenis baru, para pakar tentu sangat yakin bahwa varian terbaru virus corona ini bisa menembus kekebalan tubuh orang yang telah mendapatkan vaksin.

WHO mengatakan bahwa Omicron bisa sangat mudah menginfeksi orang-orang yang sebelumnya pernah terinfeksi COVID-19 maupun orang yang sudah mendapatkan vaksin secara penuh. Meski bisa dikatakan ringan, tentu Anda tetap tidak boleh menyepelekan gejala yang muncul, seperti:

  1. Tubuh Mengalami Kelelahan
    Tak jauh berbeda dengan virus corona tipe sebelumnya, Omicron bisa mengakibatkan tubuh mengalami kelelahan, baik kelelahan ringan atau berat. Anda bisa saja merasa begitu lelah, kurang bertenaga, dan ingin selalu beristirahat meski tak banyak pula melakukan aktivitas. Tentunya, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian Anda.
  2. Tenggorokan Terasa Gatal.
    Gejala berikutnya yang muncul pada pengidap COVID-19 varian Omicron adalah tenggorokan yang terasa gatal dan sakit. Namun, sakit yang terasa pada tenggorokan ini bisa dibilang tidak biasa. Para ahli menduga, rasa sakit yang dialami pengidap mungkin mirip dengan nyeri tenggorokan pada umumnya. Hanya saja, tingkat keparahannya lebih tinggi.
  3. Demam Ringan yang Sembuh Tanpa Pengobatan
    Sejak pertama kali muncul dan menginfeksi manusia, COVID-19 memiliki gejala khas yaitu demam dalam kategori ringan hingga berat. Akan tetapi, varian terdahulu menunjukkan demam yang cukup berat dan lebih lama. Sementara itu, virus corona jenis Omicron menunjukkan demam yang muncul dalam kategori ringan dan bisa sembuh tanpa harus melakukan pengobatan.
  4. Mengalami Batuk Kering
    Gejala Omicron apa saja? Batuk kering tidak boleh Anda anggap sepele. Batuk kering memang bisa menjadi tanda banyak masalah kesehatan, tetapi jangan kesampingkan adanya indikasi COVID-19. Bedanya, dalam infeksi varian baru ini, tidak muncul keluhan hilangnya indera penciuman dan hidung mampet seperti pada varian sebelumnya.
  5. Tubuh Pegal dan Berkeringat pada Malam Hari
    Sementara itu, tercatat pula gejala lain dalam pemeriksaan terhadap seorang pengidap COVID-19 di wilayah Afrika Selatan. Gejalanya yaitu tubuh berkeringat pada malam hari dengan intensitas tinggi, bahkan hingga membasahi baju dan kasur.

Tak hanya itu, keringat juga tak kunjung hilang meski pengidap tidur pada area atau ruangan yang lebih sejuk. Keringat di malam hari ini juga diikuti dengan tanda lainnya, yaitu tubuh yang terasa nyeri dan pegal.

Memang benar, gejala virus corona strain Omicron sangat mirip dengan gejala dari penyakit flu biasa. Jadi, Anda tentu perlu melakukan pemeriksaan swab atau PCR untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Jangan lupa untuk tidak kendor melakukan protokol kesehatan 5M dan mendapatkan vaksin segera berdasarkan instruksi dari pemerintah. Jika memang diperlukan, konsumsi vitamin untuk menunjang dan meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi.

Referensi:
India.com. Diakses pada 2022. Omicron Symptoms: 5 Major Signs of New Covid Variant That Must NOT be Ignored
Prevention. Diakses pada 2022. Omicron, the New ‘High Global Risk’ COVID-19 Variant, Can Have Symptoms Similar to the Common Cold.

proflavanol C usana indonesia
Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Leave a Comment