Mengenal Tingkatan Minus Mata dan Dampaknya bagi Penglihatan

by | May 29, 2021 | Artikel, Visionex | 0 comments

Mata minus atau disebut juga dengan rabun jauh atau miopia merupakan kondisi kelainan pada mata ketika cahaya fokus di depan retina. Akibatnya, benda jauh akan tampak kabur bagi para penderitanya tergantung tingkatan minus mata pasien. Selain kesulitan melihat benda yang jauh, kondisi ini juga dapat membuat penderitanya mengalami sakit kepala dan mata menjadi tegang.
Miopia merupakan penyebab utama kejadian kebutaan di dunia. Bahkan, penderita rabun jauh kini semakin meningkat. Para ahli setuju bahwa kemampuan mata membiaskan cahaya memang ditentukan secara genetis. Meski demikian, semakin banyak pula bukti yang menunjukkan bahwa pengalaman visual di masa awal pertumbuhan memengaruhi hal ini.

Faktor Risiko Miopia

Penyebab yang mendasari terjadinya miopia adalah kombinasi dari faktor genetis dan lingkungan. Faktor genetis atau mekanisme mata yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya mata minus antara lain adalah sebagai berikut:
• Bola mata tumbuh terlalu panjang
• Lensa mata terlalu kuat
Sedangkan faktor risiko yang dapat menyebabkan mata minus antara lain adalah:
• Melakukan pekerjaan yang mengharuskan Anda fokus pada objek dekat
• Terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan
• Riwayat keluarga dengan kondisi mata minus atau miopia

Tingkatan Mata Minus

Ada tiga tingkatan mata minus yang diukur berdasarkan kekuatan alat bantu koreksi penglihatan yang ideal. Tingkatan ini diukur menggunakan alat yang disebut dengan diopter. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut:
• Miopia rendah, yaitu ketika ukuran minus pada diopter adalah -3.00 atau kurang (mendekati ke 0.00),
• Miopia sedang, yaitu minus dengan ukuran diopter -3.00 sampai -6.00
• Miopia tinggi, ketika minus berada di atas -6.00.
Pasien dengan miopia sedang lebih berisiko mengalami gangguan yang disebut dengan pigment dispersion syndrome atau pigmentary glaucoma. Sedangkan pasien dengan miopia tinggi berisiko mengalami pelepasan retina dan primary open angle glaucoma.

Gejala Mata Minus

Berikut ini beberapa gejala yang dapat menunjukkan bahwa Anda kemungkinan memiliki mata minus:
• Benda yang terletak jauh terlihat kabur, namun dapat dengan mudah melihat benda yang berada pada jarak lebih dekat,
• Sulit melihat sesuatu hingga harus memicingkan mata,
• Perlu mendekati objek untuk dapat melihatnya dengan jelas.
• Sering merasa tegang dan lelah
• Kepala terasa sakit
• Sering mengucek dan mengedipkan mata.

Perawatan untuk Mata Minus

Ada beberapa terapi yang dapat diberikan jika pasien terlanjur mengalami miopia. Berikut ini tiga jenis terapi yang diberikan pada pasien miopia.

1. Pemakian Lensa Korektif

Langkah terapi termudah adalah dengan menggunakan lensa korektif baik berupa kacamata maupun lensa kontak. Lensa cekung yang digunakan berlawanan dengan lengkung kornea atau panjang mata, sehingga membantu cahaya dapat jatuh ke retina dengan tepat.
Pemakaian kacamata sebenarnya cukup efektif untuk mengoreksi mata minus. Hanya saja, penderita mata minus yang lebih berat dapat mengalami distorsi penglihatan pada bagian tepi kacamata. Meski demikian, hal ini dapat diatasi dengan pemakaian lensa kontak walaupun perawatannya akan sedikit lebih rumit.

2. Operasi LASIK

Pilihan terapi selanjutnya adalah melalui operasi LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis). Operasi ini memperbaiki bentuk kornea dengan mambuat sayatan melingkar pada korne luar.

3. Operasi PRK

Pada operasi ini, dokter akan memperbaiki bentuk korena dengan memotong lapisannya. Dengan cara ini bentuk kornea menjadi lebih datar sehingga cahaya dapat masuk ke retina dengan tepat.
Operasi merupakan jalan koreksi kondisi miopia secara permanen. Jadi pasien tidak perlu lagi direpotkan dengan kacamata atau lensa kontak. Meski demikian, ada beberapa efek samping yang dapat terjadi dengan prosedur ini, antara lain mata kering, infeksi, dan timbulnya jaringan parut.

Komplikasi yang Dapat Terjadi Pada Gangguan Mata Minus

Seperti halnya beberapa jenis masalah kesehatan lainnya, gangguan mata minus juga dapat menimbulkan komplikasi terutama jika tingkatan mata minus sudah tinggi. Beberapa risiko tersebut antara lain:

1. Retina Lepas (Ablasio retina)

Risiko retina mata lepas atau ablasio retina dapat terjadi pada pasien dengan tingkat mata minus tinggi. Pasalnya, bola mata semakin memanjang yang mengakibatkan retina semakin tipis. Lama kelamaan hal ini akan meningkatkan risiko retina menjadi robek dan lepas.

2. Glaukoma

Mata minus yang sudah terlalu berat juga dapat meningkatkan risiko penyakit mata serius lainnya. Glaukoma dan katarak juga lebih rawan terjadi pada pasien dengan mata minus.

3. Myopic maculopathy

Bola mata yang memanjang karena minus mata terlalu tinggi juga menyebabkan bagian tengah retina yang disebut dengan makula mengalami penurunan fungsi. Hal ini akan memengaruhi kemampuan penglihatan bagian tengah.
Meski tingkatan mata minus cenderung bertambah, namun sebenarnya dapat diperlambat perkembangannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A dan omega 3 seperti wortel, tuna, salmon, dan makarel.
Selain itu, gunakan kacamata hitam dengan pelindung sinar UV ketika Anda berada di luar ruangan. Pasalnya, sinar matahari dapat mengganggu kesehatan mata. Terakhir, istirahatkan mata lebih sering dengan melihat ke kejauhan, terutama jika pekerjaan Anda mengharuskan mata untuk selalu fokus pada layar atau benda lainnya.

Suplemen Visionex dari USANA dirancang untuk menjaga kesehatan mata kita. Dengan kandungan vitamin C, Zinc, ekstrak Bilberry, Lutein dan Zeaxanthin membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mata kita*. Kini Visionex bisa didapat di Indonesia. Untuk pemesanan bisa melalui email [email protected]

visionex usana indonesia
Sumber referensi artikel:  https://en.wikipedia.org/wiki/Near-sightedness https://www.sehatq.com/artikel/penyebab-cek-ukuran-minus-mata-tinggi https://www.alodokter.com/mengenal-lebih-jauh-tentang-mata-minus

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Apa Saja Bahaya Obesitas yang Harus Dihindari?

Tidak perlu selalu berkaca pada Amerika Serikat untuk mewaspadai bahaya obesitas. Bahkan, di Indonesia pun, kasus kelebihan berat badan sehingga tidak sehat ini sudah lazim ditemukan. Sekilas Tentang Obesitas Obesitas adalah kondisi fisik berupa berlebihnya berat...

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Bagaimana Cara Merawat Radang Pankreas?

Pada Desember 2020 lalu, aktor Hollywood George Clooney dikabarkan sempat masuk rumah sakit. Penyakit yang dideritanya ternyata berupa radang pankreas. Se-berbahaya apakah penyakit ini? Bagaimana cara merawat radang pankreas? Tentang Radang Pankreas atau Pankreatitis...

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah Garam Penyebab Darah Tinggi?

Benarkah garam penyebab darah tinggi? Bila konsumsi gula berlebih penyebab diabetes, maka garam dituding sebagai penyebab hipertensi. Apalagi, sekitar 95 persen populasi manusia di era modern ini didiagnosis menderita darah tinggi primer. Penyebab hipertensi primer...

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Kami akan kirimkan artikel kesehatan terbaru ke email Anda. Daftarkan email Anda sekarang juga

Email Anda Sudah Berhasil Didaftarkan!

WhatsApp WA Chat