Apakah Makanan Pedas Berbahaya untuk Kesehatan?

by | Jun 25, 2022 | Gaya Hidup | 0 comments

Bagi para penyuka makanan pedas, orang-orang di sekitar Anda pasti pernah menasehati untuk tidak terlalu sering makan sesuatu yang pedas. Pasalnya, makanan pedas bisa menyebabkan sakit perut sampai diare. Apakah makanan pedas berbahaya untuk kesehatan? Apakah ada bahaya makanan pedas untuk rahim?
Untungnya, itu tidak sepenuhnya benar. Menyantap makanan pedas seperti cabai ternyata juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Untuk mengetahui sisi positif dan negatif makanan pedas, simak manfaat dan efek sampingnya berikut ini!

Manfaat Mengonsumsi Makanan Pedas

Dilansir dari clevelandclinic.org, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa makanan pedas bisa membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung bahkan sistem pencernaan. Apa saja manfaat lain dari makanan pedas yang bisa Anda peroleh?

Membantu Meningkatkan Metabolisme

Kebanyakan penelitian mengenai makanan pedas berfokus pada capsaicin, senyawa yang menyebabkan sensasi pedas pada cabai. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa capsaicin ternyata mampu membuat kemampuan tubuh untuk memecah lemak meningkat dan bisa membakar lebih banyak energi. Dengan kemampuannya meningkatkan mekanisme laju pembakaran lemak tubuh, cabai bisa membantu menurunkan dan mengatur berat badan.

Membantu Mengendalikan Nafsu Makan

Cabai dan rempah-rempah yang mengandung rasa pedas mungkin juga memengaruhi rasa lapar Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin bekerja pada hipotalamus, bagian otak yang mengontrol rasa lapar dan kenyang. Anda kemungkinan akan merasa lebih cepat kenyang dengan menambahkan sedikit rasa pedas ke dalam makanan Anda. Orang yang mengonsumsi makanan pedas, cenderung makan lebih sedikit sepanjang hari.

Membantu Memperbaiki Kesehatan Jantung

Karena kemampuannya dalam memecah lemak, makanan pedas juga bisa meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas juga bisa mengurangi risiko berbagai jenis penyakit seperti hipertensi, diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi.
Sebuah studi yang dilakukan di University of Vermont menunjukkan bahwa mereka yang rutin makan cabai memiliki risiko kematian 13% lebih rendah daripada mereka yang tidak. Para peneliti juga menemukan bahwa penyuka makanan pedas berisiko lebih kecil meninggal karena penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Bahaya Konsumsi Makanan Pedas

Selain beragam manfaat kesehatan, konsumsi makanan pedas juga bisa mendatangkan sejumlah efek samping yang perlu dipertimbangkan. Beberapa di antaranya adalah:

Bisa Mengiritasi Perut

Jika Anda pernah makan makanan pedas sampai sakit perut dan diare, kemungkinan ini karena perut Anda mengalami iritasi. Capsaicin dalam cabai jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan iritasi perut. Beberapa gejala yang timbul setelahnya antara lain perut yang panas, mulas, mual, muntah dan diare. Jika Anda sensitif terhadap makanan pedas, ada baiknya untuk menghindarinya.

Bisa Menyebabkan Jerawat dan Masalah Kulit

Saat Anda menyantap makanan pedas dan zat di dalamnya menyebabkan peradangan pada usus, muncul sakit perut, refluks asam lambung dan gejala lainnya. Kadang gejala radang ini bisa tampak pada kulit yang memerah, berjerawat hingga eksim. Jika Anda suka makan pedas dan mengalami sejumlah masalah kulit, maka Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mulai mengurangi konsumsi cabai.

Bisa Menyebabkan Susah Tidur

Bagi Anda yang menyukai makanan pedas, cobalah hanya makan saat siang hari. Makanan pedas dan asam yang dikonsumsi pada jam makan malam bisa menyebabkan heartburn yang pada akhirnya akan membuat Anda sulit tidur. Berdasarkan pendapat banyak pakar kesehatan terkemuka, makan makanan pedas menjelang waktu tidur sama sekali tidak disarankan. Sebab ketika Anda berbaring setelahnya, itu akan membuat rasa tidak nyaman pada perut semakin meningkat.

Adakah Bahaya Makanan Pedas untuk Rahim?

Banyak orang percaya bahwa ada bahaya makanan pedas untuk rahim dan kehamilan. Faktanya, itu hanya mitos. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa makan makanan pedas bisa mengganggu kesuburan.
Hal yang sama juga berlaku pada wanita hamil. Dilansir dari healthline.com, konsumsi makanan pedas selama kehamilan dalam jumlah yang wajar tidak akan berdampak buruk pada janin.
Itulah sejumlah fakta tentang bahaya dan manfaat mengonsumsi makanan pedas. Jika memang Anda suka menyantap cabai, konsumsilah dalam jumlah wajar dan sesuai dengan kemampuan tubuh mentolelirnya. Konsumsi apapun dalam jumlah berlebihan tidak pernah disarankan karena bisa menimbulkan efek samping yang membahayakan.

digestive enzim usana indonesia
Sumber referensi artikel:

Spicy food: The pros and cons of added heat in your meal

https://www.eatthis.com/news-ugly-dangers-spicy-foods/
https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/spicy-foods-healthy-or-dangerous

Is Spicy Food Good for You?

https://www.healthline.com/health/pregnancy/spicy-food-pregnancy
 

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

Artikel Terbaru

8 Cara Alami Mengusir Lalat

8 Cara Alami Mengusir Lalat

Melihat lalat beterbangan di area rumah tentu sangat mengganggu. Pasalnya, selain membuat hunian terkesan kumuh, lalat yang berkeliaran juga bisa jadi sumber penyakit (mulai dari tifus hingga disentri) bagi penghuni rumah saat hinggap di makanan, minuman, atau...

Apakah Perlu Sarapan sebelum Olahraga Pagi?

Apakah Perlu Sarapan sebelum Olahraga Pagi?

Sarapan dan olahraga adalah dua hal baik yang seharusnya dijadikan aktivitas rutin saat pagi hari. Namun, keduanya terkadang membuat banyak orang bingung, mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Sarapan atau olahraga? Sebenarnya, pilihan jawaban perlukah sarapan...

penyebab uban tumbuh di usia muda

Mengapa Uban bisa Tumbuh di Usia Muda?

Selain kerutan kulit wajah, uban juga selalu dianggap sebagai tanda-tanda penuaan. Namun, benarkah uban hanya ditemukan pada orang-orang yang memasuki usia lanjut? Ternyata tidak! Ada banyak individu umur 20-an telah mengalami ubanan. Akibatnya, perubahan warna rambut...

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Dapatkan Artikel Kesehatan Terbaru di Email Anda

Kami akan kirimkan artikel kesehatan terbaru ke email Anda. Daftarkan email Anda sekarang juga

Email Anda Sudah Berhasil Didaftarkan!

WhatsApp WA Chat