[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Blog Section” _builder_version=”3.22″ background_color=”#fafbfc” custom_padding=”14px|0px|110px|0px||”][et_pb_row _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default”][et_pb_post_title _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default” title_font=”Andika New Basic|700|||||||” title_letter_spacing=”1px” title_line_height=”1.4em”][/et_pb_post_title][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”3.25″ locked=”off”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default” text_font_size=”18px” text_line_height=”2em” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Kondisi hipotiroid atau hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak cukup menghasilkan hormon tiroid. Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara di mana angka total penderita gangguan tiroid mencapai 17 juta. Meskipun lebih banyak penderitanya adalah wanita di atas usia 60 tahun, hipotiroid ternyata juga dapat menyerang siapa saja dalam usia berapa saja. Lalu, apa penyebab hipotiroid itu? Artikel ini akan membahas lebih mendalam terkait kondisi ini.
Perlu diketahui, hormon tiroid berguna sebagai pengatur metabolisme dalam tubuh, mendukung kinerja organ penting lain seperti jantung, otak, serta otot, serta menstabilkan suhu tubuh. Saat kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid, muncullah kondisi hipotiroid.

Apa Penyebab Hipotiroid yang Paling Umum?

Penyebab kondisi hipotiroidisme yang paling umum adalah “tiroiditis Hashimoto.” Artinya, “tiroiditis” merupakan suatu peradangan pada kelenjar tiroid. Tiroiditis Hashimoto sendiri merupakan suatu kelainan autoimun. Dengan mengidap kelainan automun ini, tubuh Anda akan menghasilkan antibodi (sel-sel kekebalan tubuh) yang justru menyerang serta menghancurkan kelenjar tiroid. Tiroiditis pun dapat disebabkan oleh infeksi virus.
Faktor-faktor penyebab hipotiroidisme lainnya yaitu:
• Terapi radiasi di bagian leher. Pengobatan beberapa jenis kanker, seperti limfoma, menggunakan penyinaran pada daerah leher. Walhasil, radiasi pun merusak sel-sel tiroid. Hal ini membuat kelenjar sulit memproduksi hormon.
• Pengobatan yodium radioaktif. Perawatan ini umumnya diresepkan bagi pasien yang dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif, suatu kondisi yang disebut hipertiroidisme (kebalikan dari kondisi hipotiroidisme). Namun, radiasi malah menghancurkan sel-sel kelenjar tiroid dan menyebabkan hipotiroid.
• Penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengobati penyakit jantung, masalah mental, dan kanker kadang dapat berdampak pada produksi hormon tiroid. Obat-obatan tersebut seperti amiodarone, interleukin-2, dan interferon alpha.
• Operasi pengangkatan kelenjar tiroid yang menyebabkan hipotiroidisme. Bila hanya sebagian kelenjar yang diangkat, mungkin masih akan ada cukup hormon yang dihasilkan bagi tubuh.
• Asupan makanan yang mengandung terlalu sedikit zat yodium. Kelenjar tiroid membutuhkan zat tersebut untuk dapat menghasilkan hormon tiroid. Karena tubuh manusia tidak memproduksi yodium, zat ini perlu didapatkan melalui makanan. Garam meja, kerang, telur, ikan air asin, produk olahan dari susu, serta rumput laut adalah sederet makanan kaya yodium.
• Kehamilan juga dapat memicu kondisi hipotiroid dengan penyebab yang masih belum jelas. Kondisi ini disebut tiroiditis pascapartum. Ibu hamil yang menderita penyakit ini biasanya mengalami peningkatan kadar hormon tiroid yang berlebihan diikuti dengan penurunan produksi hormon tiroid yang drastis.
• Masalah tiroid bawaan (sejak lahir). Jenis hipotiroidisme yang dikenal dengan hipotiroidisme kongenital ini terjadi karena sebagian bayi dapat terlahir dengan kelenjar tiroid yang tidak mengalami perkembangan secara baik.
• Gangguan atau kelainan pada kelenjar hipofisis. Meski langka, kasus kelenjar pituitari mengganggu produksi hormon tiroid dapat pula terjadi. Kelenjar pituitari ini menghasilkan hormon perangsang tiroid yang memberi sinyal pada kelenjar tiroid tentang jumlah hormon tiroid yang harus dihasilkan maupun dilepaskan.
• Kondisi hipotalamus, yakni hipotiroidisme yang sangat langka di mana hipotalamus di otak tidak memproduksi cukup hormon TRH. Hormon ini berperan dalam pelepasan hormon dari kelenjar pituitari.
Selain pembahasan tentang apa penyebab hipotiroid, terdapat pula sederet faktor risiko yang utamanya ialah wanita (cenderung terjadi pada wanita lansia di atas 60 tahun). Riwayat keluarga yang menderita penyakit autoimun juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena hipotiroidisme. Faktor risiko lain, di antaranya:
• Ras (berkulit putih atau beretnis Asia)
• Umur (penuaan)
• Rambut beruban terlalu dini
• Kondisi autoimun seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, celiac, anemia pernisiosa, Addison, atau vitiligo
• Gangguan kejiwaan bipolar
• Sindrom Down dan sindrom Turner

Apa Saja Gejala Hipotiroid?

Walaupun penderita hipotiroid biasanya wanita berusia 60 tahun atau lebih, faktanya, kelompok lain dapat terserang juga. Bayi, balita, anak-anak, serta remaja juga dapat menjadi pasien hipotiroid. Setelah mengetahui apa penyebab hipotiroid, Anda juga perlu tahu gejala-gejalanya, termasuk:
• Depresi
• Perubahan siklus menstruasi
• Sembelit
• Kulit serta rambut yang kering atau rambut rontok
• Kelelahan
• Kolesterol tinggi
• Kepekaan berlebihan terhadap suhu dingin
• Sakit, rasa kaku, serta pembengkakan pada persendian serta otot
• Suara serak
• Masalah ingatan
• Kelemahan pada otot
• Melambatnya denyut jantung
• Wajah sembab
• Pembengkakan pada kelenjar tiroid (gondok)
• Sindrom Carpal tunnel
• Penambahan berat badan secara mendadak atau kesulitan menurunkan berat badan yang tidak beralasan
Bayi yang menderita hipotiroidisme bawaan mungkin akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
Sembelit
• Tangan serta kaki yang terasa dingin
• Rasa kantuk ekstrem
• Suara tangisan parau
• Kondisi bayi terkulai (tonus otot yang rendah)
• Sedikit pertumbuhan atau tidak tumbuh sama sekali
• Penyakit kuning dalam waktu lama
• Wajah sembab
• Kebiasaan makan buruk
• Lidah yang membengkak
Perut kembung
• Hernia umbilikalis
Sementara itu, gejala-gejala hipotiroid yang mungkin dialami anak-anak maupun remaja, yakni:
• Penundaan masa pubertas
• Perkembangan kejiwaan yang melambat
• Penundaan dalam pertumbuhan badan serta tinggi badan yang lebih pendek dari normalnya anak-anak atau remaja
• Lambatnya pertumbuhan gigi permanen
Demikian artikel yang membahas tentang apa penyebab hipotiroid. Bila Anda atau buah hati Anda menderita kondisi hipotiroidisme, segera hubungi dokter di pusat kesehatan terdekat. Umumnya, dokter akan meresepkan obat-obatan berbentuk pil yang mengandung hormon tiroid T4 yang bersifat sintetis (hasil buatan manusia). Di samping pengobatan, Anda juga perlu mengikuti tes darah secara rutin guna memantau jumlah hormon tiroid Anda.

Cellsentials dari USANA terdiri dari Core Minerals dan USANA Vitox dapat membantu memberi nutrisi penting untuk tubuh supata tetap sehat.

CORE MINERALS dari USANA dapat menyediakan Vitamin C, Selenium, Chromium, Molibdenum, Vanadium dan vitamin, mineral penting lainnya untuk membantu memelihara kesehatan tubuh kita. Mineral dan mikro mineral hanya memiliki jumlah yang sedikit dalam kebutuhan tubuh kita. Tanpa mereka, tubuh kita tidak akan berfungsi dengan baik. Berbagai vitamin dan enzim membutuhkan mineral agar dapat
berfungsi secara normal dan setiap mineral memiliki peranan dalam tubuh.
USANA VITOX dapat membantu memberikan mikronutrisi seperti Folat, Retinil Acetate, Beta Caroten, Curcumin, Olive Fruit Extract, Coenzym Q10, Resveratrol, Lycopene
dan vitamin, fitonutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk memelihara kesehatan tubuh kita*.

Untuk pemesanan dapat melalui email [email protected]

[/et_pb_text][et_pb_image src=”https://usada.co.id/wp-content/uploads/2021/06/Cellsenstials_USADA.jpg” _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ alt=”Cellsentials usana indonesia” title_text=”Cellsenstials_USADA” sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Sumber referensi artikel:

https://www.alodokter.com/hati-hati-hipotiroid-dapat-dialami-semua-usia

https://www.webmd.com/women/hypothyroidism-underactive-thyroid-symptoms-causes-treatments#1

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190828160108-255-425432/kenali-gangguan-tiroid-penyakit-terbanyak-setelah-diabetes

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.9.4″ _module_preset=”default”]

Product Disclaimer:
*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apapun.

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”4.9.4″ text_font=”||||||||” header_font=”||||||||” header_text_align=”center” header_3_font=”Poppins|600|||||||” header_3_text_color=”#44d89e” header_3_font_size=”36px” header_3_line_height=”1.4em” text_orientation=”center” custom_padding=”66px||0px|||”]

Artikel Terbaru

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row use_custom_gutter=”on” gutter_width=”2″ _builder_version=”3.25″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blog fullwidth=”off” posts_number=”3″ include_categories=”30″ show_author=”off” show_date=”off” show_categories=”off” show_pagination=”off” _builder_version=”3.0.94″ header_font=”Poppins|500|||||||” header_text_color=”#486066″ header_line_height=”1.3em” body_font=”Open Sans||||||||” body_text_color=”#486066″ body_font_size=”15px” body_line_height=”1.8em” meta_font=”Poppins|||on|||||” meta_text_color=”rgba(0,0,0,0.21)” meta_line_height=”1.8em” animation_style=”fade” border_radii=”on|6px|6px|6px|6px” border_width_all=”0px” box_shadow_style=”preset1″ box_shadow_vertical=”10px” box_shadow_blur=”24px” box_shadow_spread=”6px” box_shadow_color=”rgba(0,0,0,0.06)”][/et_pb_blog][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”3.25″ locked=”off”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_button button_text=”Lanjut Baca” button_alignment=”center” _builder_version=”4.9.4″ custom_button=”on” button_text_size=”14px” button_text_color=”#44d89e” button_border_width=”2px” button_border_color=”#44d89e” button_border_radius=”100px” button_font=”Poppins|600||on|||||” button_use_icon=”off” background_layout=”dark” custom_margin=”|||” custom_padding=”12px|36px|12px|36px” button_letter_spacing_hover=”0″ button_text_size__hover_enabled=”off” button_one_text_size__hover_enabled=”off” button_two_text_size__hover_enabled=”off” button_text_color__hover_enabled=”off” button_one_text_color__hover_enabled=”off” button_two_text_color__hover_enabled=”off” button_border_width__hover_enabled=”off” button_one_border_width__hover_enabled=”off” button_two_border_width__hover_enabled=”off” button_border_color__hover_enabled=”off” button_one_border_color__hover_enabled=”off” button_two_border_color__hover_enabled=”off” button_border_radius__hover_enabled=”off” button_one_border_radius__hover_enabled=”off” button_two_border_radius__hover_enabled=”off” button_letter_spacing__hover_enabled=”on” button_letter_spacing__hover=”0″ button_one_letter_spacing__hover_enabled=”off” button_two_letter_spacing__hover_enabled=”off” button_bg_color__hover_enabled=”off” button_one_bg_color__hover_enabled=”off” button_two_bg_color__hover_enabled=”off”][/et_pb_button][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply